2nd INAHAFF Conference 2026 — Indonesia Healthcare Anti-Fraud Forum. Advancing Healthcare Integrity through Intersectoral Collaboration, Strengthened Anti-Fraud Ecosystems, and Public Trust. 18–19 November 2026, Hotel Shangri-La Jakarta
18 November 2026
Forum strategis untuk integritas ekosistem JKN
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Seiring dengan semakin luasnya cakupan kepesertaan, berkembangnya model pelayanan kesehatan, serta meningkatnya kompleksitas tata kelola pembiayaan dan klaim, risiko terjadinya fraud dalam ekosistem JKN juga menjadi tantangan yang perlu dikelola secara sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.
The National Health Insurance Program (JKN) is one of the key foundations for delivering equitable access to healthcare for the people of Indonesia. As membership coverage expands, healthcare service models evolve, and the governance of financing and claims grows more complex, the risk of fraud within the JKN ecosystem has become a challenge that must be managed systematically, collaboratively, and sustainably.
Upaya pencegahan dan penanganan fraud tidak dapat dilakukan oleh satu institusi secara parsial. Diperlukan sinergi antara penyelenggara program, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, regulator, aparat penegak hukum, akademisi, asosiasi profesi, mitra strategis, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun budaya integritas, memperkuat pengendalian, meningkatkan kapasitas deteksi dini, dan memastikan tindak lanjut atas indikasi fraud dilakukan secara proporsional dan berbasis bukti.
Fraud prevention and handling cannot be carried out by a single institution in isolation. It requires synergy among the program administrator, healthcare facilities, health workers, regulators, law enforcement, academia, professional associations, strategic partners, and other stakeholders to build a culture of integrity, strengthen controls, improve early detection capacity, and ensure that indications of fraud are followed up proportionately and on the basis of evidence.
Dalam konteks tersebut, The 2nd Indonesia Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2026 diselenggarakan sebagai forum strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas perkembangan, tantangan, praktik baik, inovasi, serta arah penguatan anti-fraud pada sektor kesehatan, khususnya dalam penyelenggaraan Program JKN. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan rekomendasi dan komitmen yang dapat ditindaklanjuti.
In this context, The 2nd Indonesia Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2026 is held as a strategic forum bringing together stakeholders to discuss developments, challenges, good practices, innovations, and the direction of anti-fraud efforts in the health sector, particularly in the implementation of the JKN Program. The forum is expected not to stop at an exchange of ideas, but to produce actionable recommendations and commitments.
Selain aspek kerugian finansial, fraud pada sektor kesehatan juga dapat berdampak terhadap kualitas layanan, kepercayaan peserta, kredibilitas penyelenggara, serta keberlanjutan program jaminan kesehatan. Karakteristik fraud yang semakin beragam dan adaptif menuntut organisasi untuk tidak hanya mengandalkan mekanisme pengawasan yang bersifat reaktif, tetapi juga membangun sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi pola risiko secara lebih dini. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola, pemanfaatan data, serta pengembangan mekanisme pengendalian berbasis risiko menjadi bagian penting dalam membangun sistem anti-fraud yang efektif.
Beyond financial losses, fraud in the health sector can also affect service quality, member trust, the credibility of the administrator, and the sustainability of the health insurance program. Increasingly diverse and adaptive forms of fraud require organizations not only to rely on reactive oversight, but also to build control systems capable of identifying risk patterns earlier. Strengthening human resource capacity, governance, data utilization, and risk-based control mechanisms is therefore essential to building an effective anti-fraud system.
Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan ketersediaan data dalam jumlah besar membuka peluang untuk mengembangkan pendekatan anti-fraud yang lebih proaktif dan berbasis evidence. Pemanfaatan data analytics, artificial intelligence, continuous monitoring, serta pengembangan early warning system dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan fraud. INAHAFF 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman tersebut sehingga lahir pembelajaran, inovasi, dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam memperkuat ekosistem anti-fraud kesehatan di Indonesia
At the same time, advances in information technology and the availability of large volumes of data open opportunities to develop more proactive, evidence-based anti-fraud approaches. Data analytics, artificial intelligence, continuous monitoring, and early warning systems can serve as instruments to improve fraud detection and prevention. INAHAFF 2026 is a moment to bring these perspectives and experiences together, giving rise to lessons, innovations, and recommendations that can be put into practice to strengthen the health anti-fraud ecosystem in Indonesia.
